Rangkuman tentang etika, hukum dan perlakuan yang adil dalam Manajemen SDM

ETIKA SDM

Ketika persoalan yang dihadapi manajemen sumber daya manusia bertambah banyak dan sangat rumit maka begitu pula dengan tekanan dan tantangan untuk bertindak dengan pantas. Dan persoalan etika yang mengajukan tentang pertanyaan – pertanyaan fundamental mengenai keadilan, kejujuran, dan tanggung jawab sosial.

PERILAKU ETIKA

perilaku etika itu sangat berhubungan dengan apa yang seharusnya dilakukan. Dan bagi profesional SDM hal tersebut merupakan cara dimana seorang manajer seharusnya bertindak sehubungan dengan persoalan sumber daya manusia yang ada. Akan tetapi tidaklah selalu mudah untuk dapat menentukan tindakan tersebut.

Persoalan etika dalam manajemen ini termasuk persoalan SDM, memiliki 5 dimensi yakni ;

1. Konsekuensi yang diperpanjang : yakni keputusan etika yang mempunyai konsekuensi diluar keputusan itu sendiri.

2. Lebih dari satu alternatif : yakni ada berbagai alternatif dalam sebagian besar situasi pembuatan keputusan, sehingga persoalan tersebut mungkin melibatkan sejauh mana harus membengkokkan peraturan – peraturan.

3. Hasil yang berbaur : yakni keputusan yang dimiliki dimensi etika sering sekali melibatkan pertimbangan atas beberapa hasil yang sangat bermanfaat dengan hasil yang negatif.

4. Konsekuensi yang tidak pasti : yakni konsekuensi dari keputusan yang memiliki dimensi etika yang sering kali tidak diketahui.

5. Pengaruh – pengaruh pribadi : yakni sebuah keputusan etiak yang mempengaruhi kehidupan pribadi para karyawan, keluarga mereka dan orang – orang yang ada disekitarnya.

MERESPON SITUASI ETIKA

Apakah perilaku atau hasil pengelolaan SDM memenuhi semua hukum, peraturan dan kebijakan-kebijakan pemerintah yang berlaku saat ini?

Apakah perilaku atau hasil pengelolaan SDM memenuhi semua standar organisasional perilaku etika?

Apakah perilaku atau hasil pengelolaan SDM memenuhi semua standar profesional perilaku etika?

PERSOALAN ETIKA YANG ADA DALAM MSDM

Professional SDM sangatlah diharapkan pada persoalan etiak secara terus – menerus. Guna untuk membantu para karyawan SDM dalam mengatasi persoalan etika, society for human resource manajemen ( SHRM ) dalam mengembangkan kode etika untuk anggota – anggotanya.

Peran Manajeman SDM Dalam Meningkatkan Etika Dan Perlakuan Yang Adil.

Mengapa memperlakukan karyawan dengan adil?

Adalah suatu pertanyaan yang bersifat retoris, karena hampir semua orang belajardi usia sangat dini, beberapa versi dari aturan-aturan yang utama. Tapi ada juga alasanpraktis untuk memperlakukan karyawan perusahaan dengan keadilan dan hukum sesuaidengan apa yang menjadi hak mereka. Meningkatnya kesadaran karyawan terhadaphukum adalah satu alasan. Para manajer ingin memastikan prosedur pendisplinan danhukuman akan menjadikan mereka dapat membela diri terhadap observasi dari paraarbitrator dan pengadilan dan mereka tidak akan dapat membela diri jika prosedurnyatidak adil. Persepsi mengenai keadilan berhubungan dengan komitmen karyawan; untukmenungkatkan kualitas kepuasaan terhadap organisasi, pekerjaan, dan dengan parapemimpin dan untuk perilaku keanggotaan organisasi. Para pelamar yang pecaya merekadiperlakukan secara tidak adil akan lebih menunjukan ketidaksutujuan terhadap hasil danorang mengamsumsikan, untuk mengajukan tuntutan. Para pelamar melihat prosedurseleksi perusahaan sebagai proses yang adil tidak hanya akan bereaksi lebuh baukterhadap prosedur tersebut, tapi melihat perusahaan dan pekerja tersebut sebagai sesuatuyang lebih menarik.

Aktivitas Etis SDM.

Penyusunan Staf dan Seleksi.

Manajer dapat melakukan beberapa hal untuk memastikan bahwa orang lain juga

menilai metode penilaian perusahaan sebagai sesuatu yang adil. Sebagai contoh,

karyawan akan cenderung melihat prosedur resmi (seperti wawancara seleksi) adalah adiljika mencakup kriteria yang berkaitan dengan pekerjaan, memberikan kesempatan untukmenunjukan kompetensi, memberikan cara untuk memperbaiki kesalahan, dan digunakanuntuk secara konsisten pada semua pelamar (atau karyawan). Perlakuan antarpersoneldari seorang harus menggambarkan hal-hal seperti pertanyaan-pertanyaan yang sesuai,kesopanan dan respek dari orang yang melakukan penilaian dan adanya kesempatankomunikasi dua arah.

Pelatihan.

Pelatihan etika umumnya berperan penting dalam membantu perusahaan untukmengembangkan bidaya etika dan keadilan. Pelatihan seperti ini biasanya termasukmenunujukan pada karyawan bagaimana mengenali diliema etika, bagaimanamenggunakan kerangka etika (seperti aturan pelaksanaan) untuk menyelesaikanpermasalahan, bagaiman menggunakan fungsi-fungsi SDM (separti praktik-paraktikwawancara pendisplinan) secara etis. Disamping itu pelatihan juga harus menekankanpada dukungan moral dari pilihan etika dan komitmen yang mendalam dari integritas danetika.

Penilaian Kinerja.

Proses penilaian kinerja perusahaan memberikan kesempatan lain untukmenekankan komitmennya terhadap etika dan keadilan. Pertama, penilain menjelaskanbahwa perushaan tidak hanya mengklaim bahwa mereka percaya dan melakukan standaretika yang tinggi, tapi juga benar-benar mengukur (dan kemudian menghargai) parakaryawan yang mengikuti standar tersebut.

Kedua, bagimana para penyelia melakukan penilaian adlah hal yang penting.Studi mengonfirmasi bahwa, praktiknya, sebagai manajer mengabaikan akurasi dankejujuran dari nilai penilain kinerja dan lebih menggunakannya untuk tujuan politik.

Sistem Penghargaan dan Pendisplinan

Untuk mencapai perilaku sebagai fungsi dari konsekuensinya adalah tanggung

jawab perusahaan dan SDM untuk memastikan bahwa perusahaan menghargai perilaku yang etis dan menghukum perilaku yang tidak etis. Faktanya, penilitian memberikan sarnbahwa karyawan mengharapkan organisasi untuk mendistribusukan hukuman terhadappelanggaran terhadap pelanggaran etika.

Agresi dan Pelanggaran di Tempat Kerja.

Karyawan yang memandang diri mereka sebagi dibayar dibawah standar dapatmelakukan tindakan negatif yang bervariasi mulai dari pencurian sampai pengrusakanterhadap barang-barang milik perusahaan. Banyak tindakan SDM, termasuk perumahankaryawan, mengabaikan promosinya, pemberhentian dan disiplin dapat menimbulkanpersepsi mengenai perlakuan tidak adil.

Aktivitas Etika SDM Lainnya.

Komite etika perusahaan akan sering melibatkan para professional. Komite inimemastikan bahwa para pemimpin senior perusahaan terlibat dalam diskusi tentangmasalh-masalah etika.

Membangun Komunikasi Dua Arah.

Kesempatan kumunikasi dua arah memainkan peran penting dalam pemahamantentang bagiman kita diperlakukan dengan adil. Satu studi menyimpulkan bahwa ada tigatindakan yang berkontribusi untuk peduli pada keadilan dalam kerangka bisnis:

1)Keterikatan.

2)Penjelasan.

3)Kejelasan harapan.

Leave a Reply